Unik

Wadon, Desa Yang Hanya Dihuni Oleh Kaum Perempuan

Indonesia memang memiliki banyak keunikan, hayo tebak salah satunya apa? Pernah dengar ada suatu desa yang dalamnya hanya dihuni oleh kaum perempuan saja gak? Bingung ya karena sama sekali gak pernah dengar? Hmmm, biar kamu gak bingung lagi, silahkan simak artikel berikut ini.

Desa Wadon Hanya Ada Kaum Perempuan

Indonesia memang memiliki berbagai cerita unik yang muncul dari keberagaman budaya dan tradisi masyarakatnya. Salah satu cerita unik tersebut datang dari sebuah kampung yang terletak di Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur. Kampung yang berada di tengah hutan jati ini memiliki nama Desa Wadon atau Desa Wanita.

Desa Wadon memang ditempati oleh mayoritas perempuan, jarang sekali kita temukan laki-laki di sana. Tidak ada satu lelakipun di Desa Wadon, namun tidak berarti mereka tidak memiliki suami lho. Jika kamu berkunjung ke desa ini, kamu tidak akan bertemu dengan laki-laki karena sebagian besar para pria sudah pergi dan menetap di kampung lain. Mereka lebih memilih untuk meninggalkan kampung karena meyakini jika menetap di kampung tersebut akan menyebabkan kesialan bagi hidupnya.

Meskipun tanpa laki-laki, kaum wanita yang tinggal di kampung ini tetap bisa hidup dengan tenteram dan damai. Tetapi, siapa yang memberikan nafkah kalau suaminya tinggal di desa lain ya? Kebanyakan dari mereka saling bergotong royong dalam pembangunan, biasanya mereka menyewa orang luar untuk melakukan pekerjaan laki-laki seperti membangun rumah, memperbaiki rumah, dan mencangkul. Namun pekerjaan dan rutinitas utama mereka tetap dipegang oleh seorang perempuan.

Warga Desa Wadon bertahan hidup dengan mengandalkan hasil pertanian seperti ketela dan jagung. Selain itu, mereka juga mengandalkan mata air yang ada di kampung tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mata air ini dianggap keramat dan diyakini mampu menyembuhkan segala jenis penyakit.

Salah seorang warga yang tinggal di kampung wadon, Kasinem, 86 tahun mengatakan hingga saat ini dirinya beserta bersama dengan dua anaknya, Gani, 50 tahun dan Sukiyem, 35 tahun yang kini kondisinya sudah lumpuh, masih bertahan hidup dengan tradisi tersebut.

“Pesan dari leluhur kami, saya harus menjaga tradisi yang ada di kampung ini,” katanya saat ditemui di kediamannya. Menurut Kasinem, dia termasuk yang menjadi panutan banyak orang karena paling tua di Desa Wadon diantara tetangga lainnya yang kebanyakan usianya rata-rata 50 tahun.

Hingga saat ini, warga Desa Wadon masih memegang erat kepercayaan ini. Demikian pula dengan anak dari Kasinem, Gani. Dia akan meninggalkan kampung ini segera setelah menikahi gadis Desa Wadon. Meninggalkan ibunya bersama saudaranya Sukiyem. Mitos-mitos inilah yang menyebabkan kaum lelaki memutuskan segera meninggalkan kampung tersebut untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Mereka takut, jika mereka tetap tinggal maka akan terkena musibah.

Keberadaan kampung yang dihuni kaum hawa ini, sebenarnya sudah lama diketahui warga dari luar desa. Namun karena lokasinya berada di tengah hutan, tidak banyak orang yang mengunjunginya. Sementara itu, petugas penjaga hutan setempat, Langgeng, 53 tahun, mengatakan bahwa warga desa yang ada di sekitar hutan sudah banyak yang mengetahui keberadaan kampung unik ini.

“Mereka juga paham betul, kepercayaan warga di kampung itu yang anti dengan keberadaan laki-laki,” katanya.

Menurut dia, mitos yang berkembang di desa tersebut hingga kini masih dipercaya secara turun-temurun dari zaman dahulu hingga saat ini. “Kalau ada laki-laki yang nikah di sini pasti tidak akan bertahan lama,” katanya.

Untuk itulah wanita-wanita di sini hidup terpisah dari sang suami dan memiliki rumah lagi di lain Desa Wadon. Saat mereka memiliki anak, kalau anaknya laki-laki akan tinggal di rumah lain dan kalau perempuan akan disuruh memilih akan ikut dengan ibunya di Desa Wadon atau ikut dengan ayahnya yang berada di luar desa.

Desa Wadon Terancam Punah

Meskipun tradisi dan adat leluhurnya masih dipegang teguh, keberadaan kampung ini terancam akan kepunahan. Banyak perempuan yang mulai pindah dari Desa Wadon, meskipun pemerintah setempat sudah berupaya menghindari kepunahan dari desa ini dengan berbagai cara agar masyarakat tidak meninggalkan desa tersebut dan juga tidak meninggalkan adat dan tradisi dari Desa Wadon, namun masyarakat tetap mengaku sedikit kesulitan. Belum lagi sekarang sudah banyak dari warga kampung yang menginjak usia lanjut, harapan akan adanya regenerasi pun nyaris sirna.

Kota Tanpa Pria Di Brasil

Tidak hanya Indonesia saja yang memiliki suatu tempat yang di dalamnya kaum perempuan, akan tetapi di Brasil juga ada kota yang hanya dihuni oleh kaum perempuan. Jatuh cinta dan menikah adalah hal yang paling langka ditemukan bagi kaum wanita di kota Noiva do Cordeiro, Brasil. Kota kecil ini dihuni oleh 678 orang perempuan yang rata-rata memiliki paras wajah cantik. Tapi sayangnya, tak ada satupun lelaki yang tinggal di kota tersebut.

Didirikan sejak tahun 1890 oleh Maria Senhorina de Lima, seorang wanita yang diasingkan oleh Gereja Katolik karena ia dituduh berzina. Tahun demi tahun berlalu, banyak wanita yang menemani Maria dan mereka mendirikan komunitas. Maria pun akhirnya menjadi pemimpin kota tersebut dan semenjak itu prinsip kehidupan masyarakat di Noiva de Cordeira tidak lagi menerima kehadiran laki-laki.

Meski pernikahan tidak dilarang, namun ada syarat yang cukup berat. Seorang suami hanya boleh mengunjungi istrinya sebulan sekali. Dan jika mereka nanti memiliki anak, khususnya anak lelaki. Setelah berumur 18 tahun harus pergi angkat kaki meninggalkan kota tersebut dan hanya diperbolehkan mengunjungi ibunya sebulan sekali sama seperti dengan nasib ayahnya.

Nah, itulah penjelasan tentang Desa Wadon yang hanya dihuni oleh kaum perempuan saja dan juga ada sebuah kota di Brazil yang sama sekali tidak ada penampakkan laki-lakinya. Aneh namun pada kenyataannya memang ada lho.

Most Popular

Copyright © 2016 Linkbook.org. powered by Wordpress

To Top