Umum

Anousheh Ansari, Sosok Inspiratif Bagi Wanita Muda

Pernahkah kalian bertanya tentang cita-cita kalian? Yaa, mungkin beberapa diantara kalian menjawab untuk lebih memilih cita-cita yang terbilang sederhana seperti guru atau bahkan ada yang memilih cita-cita yang ekstrem seperti seorang astronot. Ngomong-ngomong kenapa bahas cita-cita ya? Karna di artikel kali ini mimin mau ngebahas tentang keberanian seseorang untuk menggapai cita-citanya, walaupun dia tahu itu memiliki resiko yang amat besar. Dan yang lebih menakjubkan lagi seseorang itu adalah wanita. Tepatnya seorang wanita muslimah yang mencoba untuk memberanikan dirinya menjadi seorang astronot. Keren bukan?

Kebanyakan dari kita tahu bahwa seorang astronot itu adalah laki-laki, contohnya seperti seperti Martin Luther King, Neil Armstrong atau Tariq Ramadan. Tetapi kali ini benar-benar jauh berbeda dari perkiraan. Karena kali ini astronot tersebut adalah seorang wanita yang bernama Anousheh Ansari. Anousheh lahir di Iran pada tahun 1966 dan kemudian pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1984. Ia pun menerima gelar sarjana teknik komputer di Universitas George Mason. Setelah itu ia memperoleh master dalam bidang teknik listrik di George Washington University. Jadi bisa dikatakan kalau Anousheh Ansari adalah seorang wanita yang benar-benar sangat berpendidikan.

Setelah menyelesaikan studinya, Anousheh memulai untuk membuka sebuah perusahaan dengan suaminya pada tahun 1993. Perusahaan itu adalah perusahaan telekomunikasi. Kemudian pada tahun 2002, ia mulai menunjukkan minatnya untuk ikut bereksplorasi di ruang angkasa. Pada tahun 2006, Anousheh ditunjuk untuk menggantikan Enomoto Daisuke yang merupakan seorang pengusaha Jepang yang tidak dapat ikut berpartisipasi keluar angkasa bersama timnya karena ada alasan medis. Jadi pada awal 2006, Anousheh mulai mengikuti pelatihan di Rusia untuk menjadi Astronot. Kemudian akhirnya Anousheh berhasil menggapai keinginannya tersebut. Ia dan timnya pun dikirim ke Stasiun luar angkasa internasional dimana mereka akan menghabiskan sembilan hari disana.

Ketika Anousheh Ansari ditanya mengapa ia ingin pergi ke luar anngkasa, ia menjawab bahwa ia ingin menginspirasi wanita muda di seluruh dunia yang selama ini dianggap tidak bisa melakukan pekerjaan laki-laki. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak ingin melihat wanita muda menyerah begitu saja untuk menggapai impian serta cita-cita mereka. Walaupun mimpi itu terlihat sangat mustahil tapi dengan adanya peluang kita bisa mencapainya disertai dengan semangat yang tinggi.

“Saya pikir penerbangan saya menjadi semacam sinar harapan bagi generasi muda Iran yang tinggal di Iran, membantu mereka untuk melihat sesuatu yang positif,karena hal-hal yang selalu mereka dengar semuanya membuat depresi apalsi soal pembicaraan perang, pertumpahan darah…” kata Anousheh Ansari

Pemerintah AS dan Rusia meminta Ansari untuk melepas tanda bendera Iran dari baju luar angkasanya. Atas desakan pemerintah AS dan Rusia , Ansari diminta berjanji bahwa tidak ada pesan-pesan politik yang disampaikannya selama perjalanan menuju jagad raya. Saat memberikan keterangan pers di Baikonur Cosmodrome, Ansari nampak santai dan banyak tersenyum. Ia mengakatan ia akan tetap membawa bendera Iran atas perjalanannya ke luar angkasa itu.

Ia tidak mau bercerita berapa tiket yang harus dia bayar untuk ikut serta dalam penerbangan tersebut. Namun dari pengalaman turis luar angkasa itu, biaya yang dibayarkan pada program angkasa luar Rusia sebesar 20 juta dollar AS.

Tidak hanya berhenti sebagai seorang astronot, wanita muslimah asal Irian itu benar-benar memiliki prestasi yang amat luar biasa. Selain berhasil menggapai cita-citanya menjadi seorang astronot, ia pun termasuk salah satu orang yang sangat ahli dibidang komputer dan seorang pengusaha yang berhasil mendirikan perusahaan telekomunikasi perintis teknologi telepon via internet.

Wanita ini benar-benar seolah tak ingin menyerah untuk menggapai mimpinya. Selain memiliki keinginan yang luar biasa, ia juga termasuk salah seorang yang menginspirasi banyak orang termasuk wanita muda. Anousheh juga merupakan muslimah pertama yang pergi ke luar angkasa. Eitss, tidak hanya ituloh, Anousheh bersama adik iparnya sering menyumbangkan sepuluh juta dolar ke “X Prize Foundation”. Itu adalah sebuah Yayasan yang mendukung kompetisi untuk mendorong inovasi yang bisa bermanfaat bagi kemanusiaan.

Tuh guys, contoh dong wanita muslimah itu. Selagi punya keinginan dan kemauan pasti akan selalu ada peluang untuk mencapainya. Jadi jangan pikir wanita tidak bisa seperti laki-laki yaa. Karena soal kemampuan itu tidak dilihat dari fisik melainkan kerja keras dan semangatt. Eaakk.

Most Popular

Copyright © 2016 Linkbook.org. powered by Wordpress

To Top