Misteri

Mengulik Kisah Koper Tua Datuk Tan Malaka

Heihei mimin balik lagi nih.. Kali ini mimin mau ngebahas tentang koper tua milik Datuk Tan Malaka. Sekali-sekali mengulik kisah misteri, gakpapa lah yaaa. Biar agak lebih gimana gitu, wkwk. Misteri Koper tua Datuk Tan Malaka adalah topik yang akan mimin bahas hari ini. Selain memunculkan misteri, Koper tua itu ternayata juga mempunyai kisah sejarahnya. Wahh, benar-benar buat penasaran banget bukan? Langsung aja kita cek dibawah ini, yuk.

Seperti yang kita tahu bahwa setiap kendaraan dan tempat memiliki kisah sendiri, sama seperti halnya dengan Koper tua. Koper tua itu menjadi tempat pekuburan Ibrahim Datuk Tan Malaka dalam upacara adat penobatan gelar Datuk Tan Malaka ke VII di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Percaya atau tidak, Koper tua milik Datuk Tan Malaka merupakan peninggalan orangtua Datuk Tan Malaka yang ternyata memiliki cerita misteri. Mulanya Koper itu berada di dalam kendaraan kemudian tiba-tiba saja kendaraan yang berisikan koper itu mogok secara mendadak. Insiden itu terjadi saat rombongan yang terdiri dari empat unit bus bertolak dari Kabupaten Lima Puluh. “Masih di Payakumbuh AC bus tiba tiba rusak dan mesin mati,“ tutur Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan usai mengikuti acara peringatan haul Ibrahim Datuk Tan Malaka di Ponpes Lirboyo, Kediri kepada wartawan.

Awalnya tidak terbersit pikiran soal koper. Apalagi saat mesin bus hidup kembali. Rombongan berpenumpang 150 orang (4 bus) itu harus tiba di Kediri sesuai jadwal. Sebab Selasa pagi upacara adat pengukuhan (penobatan) gelar Datuk Tan Malaka ke VII di makam Ibrahim atau Datuk Tan Malaka ke IV di Desa Selopanggung Kabupaten Kediri harus dimulai. Namun kenyamanan itu tidak berumur lama.

Bus yang sudah dipastikan kondisinya sebelum berangkat dan dipastikan sehat walafiat seperti tiga unit lainnya itu kembali mogok. Lagi lagi mesin mati tanpa sebab yang jelas. Kemudian sopir memutuskan untuk mengotak-atik bagian mesin dan ternyata usaha sopir tidak sia-sia karena bus tersebut kembali hidup. “Kecurigaan” mogok tanpa sebab akibat “ulah” koper tua mulai tumbuh. Untuk memastikan atau menghindari kejadi seperti itu terulang, panitia memutuskan untuk mimindahkan Koper ke bus lain.

Tetapi ternyata usaha tersebut benar-benar tidak berhasil karena bus lain yang berisikan Koper tersebut juga mengalami kejadian yang sama seperti bus yang sebelumnya. Walaupun teru-terusan diganggu oleh Koper tersebut, akhirnya seluruh romobongan tiba juga di Kediri. Rombongan pun langsung mendatangi makam Ibrahim Datuk Tan Malaka. Selain pengukuhan gelar Datuk Tan Malaka dan Raja Kelarasan Bungo Setangkai, upacara adat yang diikuti 142 pemangku adat itu juga akan mengambil tanah makam Tan Malaka.

Pihak keluarga dan pemerintah Kabupaten Kota Lima Puluh telah memutuskan untuk tidak akan melakukan penggalian kubur, termasuk memindahkan kerangka jenazah. Setelah Pemkab Kediri memperlihatkan sinyal penolakan. Tidak ada kejadian aneh terkait Koper selama upacara adat berlangsung. Semuanya berjalan dengan lancar saat tempat pakaian, bekal dan beberapa buku Tan Malaka disertakan dalam kuburannya.

Usut punya usut ternyata alasan Koper tua itu berulah adalah karena ia tidak ditempatkan dengan pemilik sah nya. Koper tua itu memang sudah menajdi barang paling berharga untuk Datuk Tan Malaka. Karena Koper tua itu selalu menemani kemanapun Datuk Tan Malaka pergi. Akan tetapi kini semua misteri tentang Koper tua itu telah lenyap bagai ditelan bumi semenjak ia dimakamkan juga dengan Datuk Tan Malaka.

Gimana menurut kalian guys? Wajar saja jika Koper itu menjadi misteri sendiri untuk masyarakat Kabupaten Kota Lima Puluh.

Most Popular

Copyright © 2016 Linkbook.org. powered by Wordpress

To Top