Pengetahuan

Teks Kuno Yang Masih Tersembunyi

Catatan arkeologi selalu dipenuhi oleh pesan tersembunyi dari masa lalu. Sering kali teks-teks ini bersifat rahasia dan tersembunyi serta terkubur di bawah Monumen yang harus dikeluarkan dengan menggunakan mesin. Pesan rahasia ini terkadang bersembunyi dalam karya-karya yang kemudian menghilang karena tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Teknologi modern seperti X-Ray, CT scan, pencitraan multispectral dan robot sekarang telah dapat membantu untuk mengetahui isi pesan yang tersembunyi.

A. Codex Selden

Selama beberapa dekade, para peneliti yakin bahwa Codex Selden berisi pesan tersembunyi yang terdapat di bawah permukaannya dan ini telah hilang selama hampir 500 tahun di bawah lapisan gypsum dan kapur. Tahun 2016 pencitraan hyperspectral dan rekannya diperbolehkan meneliti permukan naskah dengan menggunakan Mikstec yang akhirnya dapat mengungkapkan teks dibawah gambar.

Teknik ini bekerja dengan mengambil gambar beresolusi tinggi di seluruh spektrum panjang gelombang. Proses pemindaian seluruh naskah akhirnya dapat berlangsung hingga selesa, akan tetapi para peneliti enggan untuk berkomentar dengan apa yang telah mereka ketahui.

B. Secret Message In Lincoln’s Watch

Jonathan Dillon adalah seorang imigran dari Irlandia dan seorang pembuat jam yang telah mengukir pesan tersembunyi pada arloji Abraham Lincoln, ia diperkerjakan oleh M.W. Galt dan Co perhiasan di Washington. Saat Dillon bekerja disana, ia selalu menyaksikan Presiden dengan pasukan Konfederasi sedang menembaki Fort Sumter yang menyebabkan terjadinya perang saudara. Pesan ini tetap tersembunyi sampai pada akhirnya Smithsonian yang membuka arloji tersebut di tahun 2009 dan isi dari pesan itu adalah: ” Terima kasih Tuhan, kita memiliki Presiden yang setidaknya akan mencoba.

C. Magic Language Of The Silver Scroll

Pada tahun 2014 seorang arkeolog telah menemukan amulet kecil saat melakukan penggalian Jerash di Yordania. Tempat ini dulunya adalah rumah bagi orang Yunani, Romawi dan Arab. Namun kemudian terjadi bencana gempa bumi di AD yang telah menghancurkan seluruh tempat itu.

Magic Language Of The Silver Scroll memiliki panjang 5 cm (2 in) dan eksterior yang melingkari pada pinggiran piringan yang memiliki ketebalan 01 cm. Setelah mengamati lebih dalam, para peneliti baru menyadari adanya sebuah teks pada benda tersebut, sebagian orang merasa putus asa karena tidak dapat membuka pesan tersebut. Piringan itu terlalu rapuh untuk membuka gulungan.

Pada tahun 2015 para peneliti menggunakan teknologi pemindaian CT untuk membuka gulungan gulungan tersebut dan akhirnya mereka telah menemukan 17 baris teks yang masing-masing berisikan lima huruf. Baris pertama berisi tentang mantra yang ditulis dalam bahasa Yunani dan baris berikutnya benar-benar tidak masuk akal. Ahli bahasa yakin bahwa mereka menyusunnya dengan menggunakan “Pseudo Arab.” dan menuliskannya dengan “bahasa magis” dan ini memang umum pada waktu itu.

D. Novgorod Codex

Pada tahun 2000, seorang arkeolog telah menggali Novgorod di Rusia dan berhasil menemukan buku yang dikenal paling awal, yang telah dibuat oleh bangsa Rus yang terbuat dari tiga tablet kayu Wax. Novgorod Codex mengandung begitu banyak teks tersembunyi yang telah diberi label “hyper- palimpsest.” (Khas sebuah naskah yang tidak tergores dan bersih agar dapat digunakan kembali). Ini adalah hyper palimpsest yang pertama dan bukan berarti tidak ada teknik standar untuk memecahkan salah satu dari teks tersebut tapi masih belum. Novgorod Codex berisi puluhan atau bahkan ratusan lapisan teks yang  masih tersembunyi.

E. Codex Zacynthius

Pada tahun 1861, untuk pertama kalinya para peneliti telah mendeteksi teks yang tersembunyi dalam Codex Zacynthius. Codex sangat khas dan ini bukanlah naskah yang biasa. Codex Zacynthius awalnya ditemukan pada abad ke-7 dari sebuah Injil Lukas. Di abad ke-13, bagian awal dari teks ini telah disingkirkan untuk memberi jalan bagi Evangeliarium yaitu kumpulan ayat-ayat Injil.

Codex Zachynthius telah mendahului pengembangan perjanjian baru pada abad ke-16 oleh Textus Receptus. Nama teks ini berasal dari pulau Yunani Zakynthos. Sejak tahun 1984, Cambridge University selalu menyimpan karyanya yang misterius. Tujuan mereka adalah untuk menggunakan multispectral analisis dan menganalisis teks yang tersembunyi. Para ahli percaya ada banyak rahasia yang lebih untuk ditemukan dalam Codex Zachynthius.

Most Popular

Copyright © 2016 Linkbook.org. powered by Wordpress

To Top